Oknum TNI Dan POLISI Diduga Aniaya Pasutri (Ibu Hamil) Warga Taluduyunu Kec. Buntulia

banner 468x60

POJOKberita.id_POHUWATO. Seorang wanita hamil 7 Bulan dilarikan ke Rumah Sakit Bumi Panua pada Sabtu, 6 November 2021 kemarin atas dugaan karena diseret oleh sejumlah oknum anggota TNI dan Polri.minggu 14/11/21.

Suami Korban Lukman Ilato manyampaikan kepada kami awak media Hal tersebut disebabkan adanya sebuah dugaan tindakan represif yang dilakukan oleh sejumlah oknum aparat TNI dan Polri saat melakukan eksekusi alat berat jenis eksavator di Desa Taluduyunu Kecamatan Buntulia.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Ia juga menjelaskan bahwa pada saat dirinya dipukul oleh Anggota Satuan Intelkam Polres Pohuwato karena dituduh melakukan provokasi terhadap massa yang ada di lokasi kejadian. Lukman melihat istrinya diseret oleh Anggota yang menggunakan pakaian preman.

” Saya tidak tau apa salah saya, saya hanya melihat-lihat aksi penghadangan. Tiba-tiba saya dituduh melakukan provokasi terhadap masyarakat, setelah itu saya ditendang dan dipukuli hingga masuk selokan. Saat istri saya ingin membela saya, ada 2 orang anggota yang menyeret istri saya sekitar 3 sampai 4 meter.” Ungkap Lukman

Lukman pun menambahkan bahwa dirinya sudah melaporkan kejadian tersebut ke pihak Polda Gorontalo dan Subdenpom Gorontalo dikarenakan apa yang dilakukan sudah melewati batas kewajaran, dimana tupoksi aparat keamanan dan penegakan hukum adalah melindungi dan mengayomi masyarakat.

” Sakit saya pak, istri saya kemarin sempat dirawat di rumah sakit, mereka tidak merasakan apa yang saat ini dirasakan istri saya. Jadi saya sudah bertekad bahwa ini harus tetap dilanjutkan, jika penanganan di Polda tidak maksimal maka saya akan minta keadilan hingga ke Kompolnas dan Komisi Perlindungan Perempuan dan anak dan saya bersama istri sudah melaporkan kepolda Gorontalo, dan Alhamdulillah sudah dilakukan visum, .” Tutup Lukman.

Sebelumnya, Video viral yang diunggah oleh akun Facebook Silvana Riorita Katiandagho terkait adanya eksekusi alat berat jenis Eksavator, yang diduga dibekingi oleh oknum Anggota Polres Pohuwato dan Korem 133 Nani Wartabone di Desa Taluduyunu, Kecamatan Buntulia membuat heboh netizizen.

Kejadian eksekusi tersebut dijelaskan terjadi pada Sabtu, 6 November 2021 ini diduga memakan korban dugaan penganiayaan terhadap sepasang pasutri (Suami – Istri) yang berinisial LI (42 tahun) dan istrinya RT(Hamil 7 Bulan).

Berdasarkan hasil penelusuran sejumlah awak media yang tergabung dalam Ikatan Jurnalis Gorontalo Barat (IJGB), bahwa dugaan penganiayaan terhadap sepasang Pasutri tersebut karena dianggap sebagai provokator saat 11 oknum Anggota Satuan Intelkam dan 4 Oknum Anggota Korem 133 Nani Wartabone mendampingi direktur PT. Reski Syifa Gelobal yang merupakan pihak eksternal BFI Cabang Palu untuk melakukan eksekusi Alat Berat jenis Eksavator yang menunggak hingga 11 Bulan.

Saat sejumlah awak media melakukan konfirmasi, Kasat Intelkam Polres Pohuwato AKP. Georgie Absalam Sakul membantah adanya penganiayaan terhadap sepasang Pasutri saat melakukan eksekusi alat berat.

” Terkait dengan kejadian yang disampaikan terhadap ibu Kiki itu tidak ada, yang ada itu ibu Kiki dan saudara-saudaranya menghalangi tugas kepolisian saat proses eksekusi alat berat.

“Penghalangan tersebut menggunakan senjata tajam dan dalam keadaan mabuk, sehingga anggota bertindak tegas untuk mengamankan orang-orang yang menggunakan senjata tajam, namun dengan satu alasan kami lepaskan.” Jelas Georgie Absalam Sakul.

Ia menambahkan Pihaknya memiliki Surat Perintah (Sprint) langsung dari Kapolres Pohuwato dan eksekusi tersebut atensi langsung dari Kapolda Gorontalo, dan kejadian

” Kami memiliki Surat Perintah (Sprint) langsung dari Pak Kapolres. Untuk pelaksanaan tugas kurang lebih ada 10 (sepuluh) orang dari Polres itu Satuan Intelkam.”

” Untuk informasi alat itu dibekingi oleh oknum anggota itu kita tidak tahu , kita hanya membantu TNI untuk proses eksekusi alat berat, jadi kalau untuk diseret itu tidak ada, apalagi dipukuli,”

“Dan Kami juga sudah tahu bahwa dia sementara hamil, jadi kami sampaikan jangan ganggu tugas kita kalau keberatan silahkan lapor ke Polres.” Ungkap Georgie.

Namun Ketika disinggung apakah eksekusi alat tersebut sudah mendapatkan putusan dari Pengadilan Negeri, Georgie mengatakan bahwa pihaknya tidak mengetahui.
” Kami tidak mengetahui hal tersebut, karena pihaknya hanya membantu TNI.” Tutup AKP. Georgie.

Ditempat terpisah, Saat Awak Media mencoba melakukan konfirmasi langsung kepada Kepala Seksi Intel Korem 133 Nani Wartabone via WhatsApp, Kolonel Priyono tidak menanggapi.

(Pojok Anak Desa)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60