Camaba Unibita Tuntut Dapat Beasiswa,Fadly: Itu Salah Peresepsi

banner 468x60

POJOKberita.id, GORONTALO__Santer berita belakangan ini berkaitan dengan adanya tuntutan calon mahasiswa baru (Camaba) di Universitas Bina Taruna (Unbita) Gorontalo, mendapat tanggapan dari salah satu dosen di perguruan tinggi yang baru berubah status menjadi universitas itu.

Dosen Fakultas Administrasi dan Ilmu Sosial Hi. Moh. Fadly Binolombangan, S.Pd, M.Si mengatakan bahwa Camaba tersebut salah persepsi.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Beasiswa memang sangat diperlukan bagi siapa saja yang ingin mendapatkan keringanan pembiayaan studi. Tapi semuanya ada mekanisme dan syarat tertentu yang telah diatur,” Tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa khusus untuk beasiswa KIP-Kuliah, selain ada persyaratan administratif, perlu diperhatikan juga kuota yang diberikan oleh pemerinta pusat kepada masing-masing perguruan tinggi.

“Nah di Unbita untuk tahun ini mendapat kuota tidak sampai 30% dari kuota tahun lalu. Jadi wajar kalau tidak semua pemilik akun KIP-Kuliah mendapatkannya,” Kata Fadly.

“Saya kira sangat tepat jika pihak kampus kemudian memberikan beasiswa yayasan untuk meringankan beban mahasiswa dalam melanjutkan studi di Unbita.” tegasnya.

Fadly juga berharap agar mahasiswa yang telah dinyatakan lulus masuk Unbita tidak putus asa bahkan tidak putus kuliah hanya karena belum mendapat beasiswa KIP-Kuliah.

“Kebijakan yang ditempuh Unbita untuk memberikan beasiswa yayasan dimaksudkan agar mahasiswa tersebut mendapatkan keringanan beban biaya untuk melanjutkan studi.” ulasnya.

Terkait tudingan yang dilontarkan oleh GM dan ST pada sejumlah media yang mengatakan bahwa 100 pendaftar pertama akan mendapatkan beasiswa KIP-Kuliah, Fadly membantah hal itu. Menurutnya, tim sosialisasi dari Unbita sudah dibekali materi apa yg akan disampaikan dalam sosialisasi, bahkan saat sosialisasi berlangsung saat itu, belum ada penetapan kuota penerima beasiswa bagi Unbita.

“Jadi tidak mungkin ada statemen demikian. Mungkin itu pernyataan dari pihak lain”. tegas pria asal Bintauna itu.

Ketika disentil mengenai lulus terverifikasi atas nama GM dan ST, Fadly mengatakan bahwa mereka salah persepsi.

“Kelulusan yang dimaksud oleh calon Maba sebagaimana dalam pemberitaan yang beredar sebelumnya, bukanlah kelulusan penerima beasiswa, tetapi validitas akun KIP-Kuliah,” pungkas Fadly.

Penulis : Mor/Redaksi Pojok

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60