Permohonan maaf tersebut disampaikan Margaretha kepada awak media melalui pesan WhatsApp pada Jumat (31/7/2026). Ia menegaskan persoalan telah diselesaikan secara musyawarah dan mufakat oleh seluruh pihak.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada Saudara Viktor dan Fenty. Unggahan awal yang menyampaikan bahwa mereka komplotan itu tidak benar. Persoalan ini telah kami selesaikan secara musyawarah dan mufakat,” ujar Margaretha.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Margaretha juga memastikan unggahan video yang sempat viral melalui akun Facebook Margaretha Cintia telah dihapus.
“Persoalan ini sudah selesai dan unggahan video di media sosial juga sudah kami hapus,” tambahnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa Viktor Posangi dan Fenty Mashanafi tidak memiliki keterlibatan sebagaimana tudingan yang sempat berkembang di media sosial. Permohonan maaf itu diharapkan dapat memulihkan nama baik keduanya beserta keluarga yang sebelumnya ikut menjadi sorotan publik.
Sebelumnya, Fenty telah memberikan klarifikasi kepada awak media mengenai kronologi keberadaan dirinya bersama Viktor Posangi dalam rekaman CCTV yang viral.
Ia menjelaskan bahwa pada hari kejadian dirinya bersama Viktor Posangi dan Niksen hanya beraktivitas di kawasan Mantos untuk berbelanja. Setelah membeli tiga unit telepon genggam di sejumlah gerai, mereka kemudian makan siang di Rumah Makan Mawar Saron.
Saat sedang makan, WTO alias Ito datang menghampiri meja mereka dan memperlihatkan nota pembelian mesin yang disimpan di dalam kantong celananya kepada Viktor Posangi.
“Kami hanya melihat dia memperlihatkan nota pembelian mesin kepada suami saya. Kami sama sekali tidak mengetahui adanya dugaan pencurian celana yang kemudian ramai diperbincangkan di media sosial,” kata Fenty.
Menurut Fenty, usai pertemuan singkat tersebut mereka langsung berpisah. Ia kemudian membeli buah untuk dibawa pulang ke kampung sebelum pulang bersama keluarganya menggunakan Grab.
“Kami baru mengetahui adanya dugaan pencurian setelah video CCTV itu viral. Kehadiran kami di lokasi hanya karena kebetulan sedang makan dan bukan karena mengetahui ataupun terlibat dalam dugaan kejadian tersebut,” tegasnya.
Dengan adanya klarifikasi dari Fenty dan permohonan maaf terbuka dari Margaretha Cintia, polemik yang sempat berkembang di tengah masyarakat akhirnya berakhir secara damai. Kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan dan berharap masyarakat tidak lagi mengaitkan Viktor Posangi maupun Fenty Mashanafi dengan dugaan pencurian yang dilakukan oleh WTO alias Ito.
Penyelesaian tersebut diharapkan menjadi pelajaran bagi semua pihak agar lebih berhati-hati dalam menyampaikan informasi di media sosial, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun merugikan nama baik orang lain.
Pewarta : Redaksi Pojokberita.id ( Biro Manado)









