Keciduk Di Kos-kosan, Seorang Anak Polisikan Orang Tuanya

banner 468x60

POJOKberta.id,POHUWATO,Seorang Anak dibawa umur tertangkap basah sekamar bersama sang kekasih di kos-kosan, merasa tak terima sang anak melaporkan orang tuanya ke pihak Kepolisian Polres Pohuwato dengan isu berbalik, Minggu, 25 September 2022.

Menurut keterangan Ibu kandungannya RY Tantu (kiki) bahwa apa yang di laporkan terhadap kami itu tidak benar dan itu hanya alasan yang di buat-buat untuk menutupi semuanya dan melindungi sang kekasihnya.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Jadi kronolgis sebenarnya seperti ini. kejadian ini berawal saat Kami sedang melakukan acara hajatan di rumahn tiba-tiba sang anak ini menghilan pukul 08.30 pagi,” Ungkap Kiki.

Dan akhirnya ibu kandung sang putri ini menceritakan kronologisnya kepada awak media POJOKberita.id.seperti dalam ulasan dibawah ini.

Kronolgis : Pada hari Rabu tanggal 29 Juni kami sedang buat acara dirumah, tiba-tiba kurang lebih pukul 8:30 pagi saya mencari anak saya dirumah tapi tidak ada, trus orang kerja saya bilang dia sudah keluar naik motor mereka tidak tau kemana,tapi kebetulan ada yg liat dia, katanya anak itu menuju ke arah kota Marisa.

setelah pukul 11 siang Suami saya pamit mau ke kost temannya setibanya di sana dia melihat motor saya ada didepan pintu kos-kosan tersebut lalu suami saya langsung ke kamar kost dan ketemu dengan temannya, suami saya bertanya siapa yang pake motor istri saya? Teman suami saya juga tidak tau kemudian suami saya minta diantarkan ke kamar kost orang kerja saya berinisal (R) dan tiba didepan pintu kamar kost masih dalam keadaan tertutup lalu mereka mencoba mengetuk beberapa kali tidak ada respon dari mereka.

Sehingga mereka berinisiatif mengintip ke bawa pintu untuk memastikan apakah ada orang di lama kamar tersebut, dan akhirnya ada seorang perempuan didalam kamar kost itu, lalu akhirnya suami saya dan lainya membuka paksa pintu kamar tersebut.

Setelah di buka akhirnya anak saya itu berada di dalam dan bersama kekasihnya yang juga merupakan pekerja saya berinisal (R) tadi, lelaki tersebut dalam keadaan terlepas kaos dan kondisi mereka saat itu terlihat panik, karena merasa malu dan tak bisa mengontrol emosi akhirnya suami saya menampar laki-laki itu, karena anak saya ingin membela pacarnya akhirnya dia melawan dan melontarkan kata- kata yang kurang elegan.

nga le cuma papa tiri stel ba urus pa Qt” ucap anak saya

Dan akhirnya suami saya juga menampar anak saya untuk memberikan suatu teguran karena telah melakukan hal yang di luar batas.

Singkat cerita akhirnya anak ini diserahkan pulang kerumah oleh pekerja yang menemani suami saya tadi, setibanya di rumah di mengadukan kepada saya sambil menangis, tak selang berapa lama suami saya tiba dan menjelaskan semuanya kepada saya di hadapan anak ini”lanjutnya lagi.

Dari situlah saya menyuruhnya untuk kembali ke rumah bapak kandungnya karena saya dalam keadaan emosi dan untuk menghindari ada hal‐hal yang terjadi lagi.

Namun dirinya minta singgah dikost lelaki itu sktar 45 menit mereka berada didalam kamar kost lagi sampe orang kerja saya 2x kembali mengetuk pintu tapi tidak dibuka. Setelah hampir 1 jam orang kerja saya Menunggu anak saya keluar dari kamar kost diantrkan oleh pacarnya sembari membawa 1 bungkus rokok.

Lalu kemudian dirinya hendak mau di antara ke rumah bapak kandungnya Tapi anak ini tak mau dirinya hanya meminta untuk di antar ke rumah neneknya.

Di tempat terpisah ibu kandung si korban juga mengaku kepada kami awak media perbuatannya ini sudah 3x di temukan bahkan dengan pria yang berbeda.

” jadi pak saya sudah pernah tegur dirinya, dan kejadian ini sudah 3 kali saya temukan dang motif yang hampir sama juga,” jelasnya saat di temui di kediamannya.

Singkat cerita setelah dari ulasan kejadian di atas akhirnya anak ini memberanikan diri untuk melaporkan orang tuanya Kepolres Pohuwato dengan motif KDRT yang di lakukan oleh orang tuanya seperti yang di ungkapkan oleh ibu kandungnya.

“Jadi saya di laporkan melakukan KDRT pada dirinya, dan menfitnah bapak tirinya juga di laporkan Melakukan KDRT kepada dirinya karena memaksa dirinya untuk di setubuhi dan dirinya menolak akhirnya terjadi kekerasan itu,”Ungkap kiki.

Kemudia dirinya juga membantah kejadian itu tidak benar dan itu hanya merupakan rekayasa anaknya karena dalam keadaan terhempit.

” itu tidak benar pak, kalau pun itu terjadi maka saya sendiri yang akan melaporkannya langsung ke pihak kepolisian,” tegasnya.

Diketahui masalah ini sudah masuk dalam tahapan P21 Kemarin perkara No.55/Pid.Sus/2022/PN.Mar dan kali ini sudah masuk sidang persidangan ke 2 hingga itu sudah di lakukan upaya Esepsi oleh penasehat Hukum Orang tuanya, saat ini ayah tirinya sedang menjalani proses penahanan di Polres Pohuwato,.

Saat persidangan pun telah di lakukan praper oleh keluarga dan Penasehat Hukumnya dan akhirnya pengadilan mengabulkan persoalan tersebut karena tidak mempunyai cukup bukti.

Anehnya Pihak kepolisian masih tetap melanjutkan kasus ini dan di lakukan pemeriksaan kembali, Hingga berita ini di terbitkan masih menunggu komfirmasi dari pihak Kepolisian Polres Pohuwato.

Penulis : Isjan/PB.
banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60