Dilantik Ketua ICMI, Fory Bakal Bentuk Desa Madani

Ketua ICMI
banner 468x60

POJOKberita.id, Gorontalo – Prof. Arif Satria Ketua Majelis Pengurus Pusat (MPP) Ikatan Cendekiawan Muslim (ICMI) se-Indonesia menjadi saksi atas pelantikan Majelis Pengurus Daerah (MPD) ICMI Kabupaten-Kota se-Provinsi Gorontalo, Sabtu (12/3/2022).

Seperti diketahui, acara pelantikan dilaksanakan dilantai 4 Auditorium IAIN Sultan Amai Gorontalo juga dirangkaikan dengan sejumlah Penandatangan MOU Perguruan Tinggi di Gorontalo dengan Institut Pertanian Bogor.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Menyikapi harapan Prof. Arif Satria Ketua Majelis Pengurus Pusat (MPP) Ikatan Cendekiawan Muslim (ICMI,
Ketua MPD ICMI Kabupaten Gorontalo Prof. Fory Naway, yang baru dilantik mengatakan, Langkah awal dilakukan Pertama, dalam kepengurusan ICMI kabupaten Gorontalo itu terbagi delapan departemen. “Jadi, delapan departemen ini tentunya kita membagi diri sesuai departemen masing-masing, kdua, konsolidasi rapat bersama secara Internal. membagi diri, mana program prioritas,” ungkapnya.

“Kita lebih pada orientasi program unggulan. Program unggulan ICMI Kabupaten Gorontalo adalah pembentukan Desa Madani,” lanjut Fory Naway.

Ia mengatakan, Nantinya desa madani ini dibina oleh ICMI yang ditopang semua departemen. Mislanya, departemn Kesehatan, pendidikan, sosial dan lain -lain.

Desa madani ini, lahir sebagai program prioritas dengan indikator adalah seluruh masyarakat minimal terakomordir penataan kemanusiaanya. Termasuk organisasi masyarakatnya, LSM, Karang taruna, penataan spritual dan organisasi-organisasi terkait keagamaan yang dibadani.

“Kita buat menjadi model dan rujukan orang -orang bahwa desa itu islami benar. Bukan,bukan memutuskan keyakinan selain agama islam, tapi bagaimana orang islam disana itu memperlihatkan bahwa ini islam agama yang benar,” jelas Fory.

Profesor jebolan UNG itu mengatakan, Orang cendekiaan itu berpikir yang rasional, mengedepankan kecerdasan emosionalnya, Jadi banyak indikator yang dilihat disitu.

Termasuk penerapan SDGS sekarang itu mengambang. di semua desa itu difokuskan kepada pendataan melalui kepala dusun, kepala lingkungan tapi ini serta merta kita tata rapi sesuai dengan era digitalisme.

Karena sekarang era digitalisasi sudah moderen yang tidak perlu melelahkan tapi masyarakatnya mayoritas benar-benar patuh nilai -nilai kemanusian dan spesialnya.

“Kita akan membuat terobosan dinilai perubahan.misalnya ada kegiatan sholat, majelis taklim, sosial bahu membahu dilakukan,” tuturnya. (*)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60